Bagaimana semuanya ini bisa terjadi
Akhir Juli 2011
Assalamualaikum, Wr.Wb kawan semua
Terimakasih telah berkunjung di Blog saya!. Nama saya Yudhi, saat ini dalam keadaan baik, namun masih “terbelenggu”. Dimulai ketika saya bercita-cita melunasi hutang orang tua saya terhadap beberapa bank dan temannya yang dipergunakan untuk keperluan usaha. Mereka melakukan itu guna menafkahi 7 (tujuh) anaknya, sehingga memiliki masa depan yang cerah. Namun rencana orang tua belum berhasil, sehingga membuahkan hutang yang menurut kami sangat banyak. Sebagai anak saya harus bertugas membantu menyelesaikan hutang-hutang itu, akhirnya saya memulai membuka usaha. Dengan dua orang saudara saya, mamaRina dan abifadli memulai usaha. Dari mulai membuat kue bolu sampai usaha perdagangan unggas sudah saya jalani. Beberapa hal-hal negatif yang diluar dugaan menerjang usaha saya. Sempat beberapa waktu usaha ini berjalan, namun sekali lagi saya pun kandas terlibas hutang. Sehingga terkumpulah tumpukan hutang yang menyesakkan kurang lebih 500 juta rupiah. Saya malu sekali terhadap dua orang saudara saya, mereka membantu dengan penuh kesabaran...saya tidak tau ternyata obsesi penyelesaian hutang malah menjadi musibah.
Sekali lagi tolongdhong! … untuk bisa mendo’akan saya
Rasulullahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: tidak ada seorang muslim pun yang mendokan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “dan bagimu juga kebaikan yang sama”. (HR Muslim No.4912)
Begini Caranya
Saya anak ke dua dari tujuh bersaudara, tinggal di kawasan penyangga ibukota yaitu Bekasi, Jawa Barat. Setelah beberapa tahun menjalani usaha kesana kemari yang ada hanya menggali hutang. Kata orang itu kesuksesan yang tertunda, namun saya berfikir untuk berhenti berhutang, sudah kurang lebih 10 orang yang saya pinjami, belum termasuk bank, semuanya kandas…seperti menggali lubang lalu menutupnya dengan debu, ketika debu tertiup anggin terlihatlah lubang yang sangat besar dan saya terperosok di dalamnya. Usaha perdagangan unggas yang saya lakukan tidak berjalan semestinya, banyak sekali kendala. Ditipu orang, unggas yang tiba-tiba mati bersamaan sampai kecelakaan mobil di jalan tol sudah saya rasakan. Dihitung-hitung sekarang jumlah hutang saya dan orang tua kurang lebih 500 juta rupiah, cukup banyak menurut saya untuk perjalanan usaha yang baru dijalani beberapa tahun. Berberapa sertifikat baik tanah maupun rumah sudah tergadai. Beberapa menjerat kami ke ranah hukum. Dalam waktu dekat ini harus segera dilunasi, kalau tidak….pasti kawan tau sendiri.
Bersama-sama membangun perubahan
Kenapa saya harus berhenti dan memulai perubahaan, karena yang saya rasakan selama ini seperti bercocok tanam dilahan yang tandus, belum pernah mendapatkan hasil yang memuaskan dalam usaha ini. Terus saja saya memberi pupuk namun tidak kunjung panen. Saya ingin merubah lahan ini namun saya bangkrut. Para investor sudah menagih hasil. Rosulullah pernah mengingatkan bahwa memiliki hutang akan terbelenggu siang dan malam, memang pikiran tidak bisa fokus...yang ada wajah para pemodal dan deptcollector yang seram (merah geram). Saya yakin pasti ada jalan, Allah pasti membantu saya, pasti ada kawan di belahan dunia lain yang akan membantu saya. Dunia ini adalah lahan yang sangat luas penuh kebaikan, jika seseorang meminta tolong…pasti akan ada seseorang lain yang membantu. Sekali lagi tolongdhong! … untuk bisa mendo’akan saya.
Saya mohon
Tolongdhong!...bantu saya dalam melunasi hutang-hutang yang semakin membelenggu ini, saya orang baik-baik dan akan berusaha membuat kawan-kawan tersenyum. Saya tidak akan memaksa siapapun untuk mengeluarkan seluruh isi kantongnya untuk saya. Berikan saya Rp. 1000,- ; Rp.2000 atau bahkan Rp. 50.000,- juga tidak apa-apa…saya akan sangat berterimakasih. Seluruh dana yang kawan berikan akan saya uraikan.
Apa untungnya buat anda kawan…
Orang normal pasti akan bertanya seperti itu. Saya akan berlaku jujur…sebab tidak ada yang saya berikan saat ini selain itu. Saya percaya dengan mukjizat sedekah. Jika kawan menolong saya, maka seseorang pasti akan memberikan pertolongan ketika kawan membutuhkan. Jadi tolongdhong! Saya, dan mungkin suatu saat, Insya Allah saya akan mampu membantu kawan sekalian.
Laporkan dan laporkan
Ya, saya akan terus melaporkan setiap pemasukan. Saya jujur, kadang terlalu jujur…tapi saya percaya dengan kejujuran, walau sekarang sudah sangat jarang.
Wasalamu’alaikum, Wr.Wb
Yudhi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar